Pembalut Herbal

Pembalut Herbal merupakan terobosan yang bermanfaat bagi dunia kesehatan wanita. Keharmonisan suatu rumah tangga dipengaruhi oleh mahkota wanita dibandingkan dengan sekedar wajah yang cantik. Untuk itu diperlukan perawatan secara khusus untuk menjaga kesehatan daerah intim wanita. Hal ini dimulai dengan pemilihan jenis pembalut herbal yang tepat yang digunakan saat menstruasi, dan juga untuk menjaga kesegaran daerah kewanitaan juga diperlukan pantiliner , yang digunakan tidak saat menstruasi.

Pada saat wanita menstruasi atau pengeluaran darah secara berkala ini selalu menjadi permasalahan pada wanita karena kondisi tersebut sangat mengganggu aktifitas sehari-hari, oleh karena itu dicarilah berbagai macam cara untuk menampung darah haid tersebut, dengan menggunakan pembalut biasa atau dengan menggunakan pembalut herbal.

Pada keadaan sekarang ini fungsi pembalut bukan hanya untuk menampung darah haid saja, tetapi juga sangat berperan dalam kenyamanan pemakaiannya untuk melakukan aktifitas sehari-hari.

Di samping itu pembalut herbal juga berfungsi untuk menjaga kebersihan organ reproduksi bagian luar karena kondisi kesehatan organ reproduksi wanita sangat dipengaruhi oleh pola hidup dan di antaranya adalah masalah kebersihan organ genital yang tentunya tidak terlepas dari penggunaan pembalut herbal.

Dewasa ini, pembalut herbal tidak hanya digunakan pada saat haid, tetapi ada juga yang digunakan untuk pemakaian sehari-hari di luar masa haid yang dinamakan pantiliner. Penggunaan pembalut herbal pantyliner ini bertujuan untuk menjaga kebersihan organ genital.

Kelebihan pembalut herbal dengan pembalut biasa yang paling menonjol adalah dari bahan dasar pembuatan pembalutnya, dikarenakan pembalut biasa dibuat dari bahan-bahan daur ulang seperti dari kertas-kertas bekas dan serbuk-serbuk kayu yang diolah menjadi bubur kertas dan kemudian dijadikan pembalut. Pada proses pembuatan pembalut dari bahan daur ulang ini tentunya menggunakan bahan-bahan kimia untuk membersihkannya dan juga menggunakan bahan pemutih serta bahan pelembut agar pembalut tersebut berwarna putih bersih dan juga enak dipakai. Bila proses pemutihan (bleaching) ini menggunakan zat klorin, maka di sinilah asal muasal yang menjadi masalah pada pembalut hasil daur ulang. Proses pemutihan dengan menggunakan klorin tersebut akan menghasilkan suatu zat sampingan yang bersifat super toksik dan dipercaya sebagai senyawa yang paling beracun yang pernah ditemukan manusia karena dapat menyebabkan kerusakan organ secara luas. Zat tersebut   dinamakan dioxin.

Dioxin juga dapat dihasilkan dari proses pembakaran sampah insenerasi, produksi samping industri pembuatan pestisida dan pulp. Dioksin merupakan suatu zat yang sangat berbahaya dan kadarnya sangat rendah dan dihitung dalam pikogram atau sepuluh pangkat minus duabelas grama atau satu per juta-juta grama.

Kadar yang dapat ditolerir oleh tubuh manusia menurut EPA (Environtment Protection Agency) di Amerika Serikat adalah 0,006 pikogram per kilogram berat badan.

Sangat kecil sekali.Karena kadarnya yang begitu rendah maka disinyalir belum ada laboratorium yang dapat mendeteksi adanya dioksin pada suatu pembalut.

Saking sangat berbahayanya zat dioksin ini maka dinyatakan kadar bahayanya hanya dibawah kadar bahaya limbah radioaktif.

Dioksin ini bersifat hidrofobik yaitu takut terhadap air dan dia akan mengendap dijaringan lemak. Bila dioksin ini jatuh ke air atau ke laut maka dia akan mencari tempat dibadan ikan atau makhluk air lainnya, dan di darat ia akan mencari badan hewan.

Tubuh manusia tidak dapat menghilangkan dioksin ini dari dalam tubuh karena di dalam tubuh manusia tidak ada mekanisme yang dapat menanggulangi efek dari dioksin.

Dioksin hanya dapat keluar atau berkurang kadarnya dari tubuh melalui tiga cara, yaitu :

  • Melalui waktu paruh (chemical half time).
  • Melalui placenta dari ibu ke janin.
  • Melalui ASI (air susu ibu) ke bayi.

Jadi anak-anak pun sudah dapat terkontaminasi oleh dioksin yang didapatkan dari ibu yang mengandung kadar dioksin di dalam tubuhnya.

Oleh karena banyaknya bahaya yang bisa ditimbulkan, maka hadir sebuah terobosan baru pembalut wanita alami dan bermanfaat bagi kesehatan yaitu Pembalut Herbal Belasia / B3LASIA ( Bio Sanitary Pad ) berbahan baku 100% kapas asli, sehingga aman bagi kesehatan. Ini sangat berbeda dengan pembalut wanita pada umumnya yang dibuat dari kertas bekas dan serbuk kayu yang di daur ulang, di olah menjadi bubur kertas dan dijadikan pembalut. Proses daur ulang ini menggunakan bahan-bahan kimia untuk membersihkannya dan menggunakan zat klorin yang bernama “Dioxin” untuk proses pemutihan yang menghasilkan zat sampingan yang bersifat super toksik penyebab kanker serviks.

Pembalut Herbal Belasia mengandung : Alumen , Menthae Herb / Daun mint , Borneo , Maifanitum stone , Agrilariae Lignum / Aquilariae Lignum / Kayu Gaharu  yang diharapkan dapat membantu mencegah mengobati penyakit : Miom / myom , Kista , Kanker Rahim , Kanker Serviks Keputihan, Gatal-Gatal, dan Bau Tidak Sedap , Rasa Sakit Saat Haid , Haid tidak teratur dan lancar , mengatasi kuman dan bakteri yang menggangu.